Tips & Artikel

Whitening atau Brightening, Pilih yang Kulit Anda Butuhkan

01 October 2015 | By: Ergia

Whitening atau Brightening, Pilih yang Kulit Anda Butuhkan

Akhir-akhir ini, jika kita amati, iklan produk perawatan kulit yang menawarkan fungsi whitening (memutihkan) semakin banyak. Dibumbui dengan harga terjangkau, hasil cepat, permanen, dan aneka bonus menarik, waaah... semakin lakulah produk tersebut di pasaran. Apalagi bagi kebanyakan masyarakat Indonesia yang masih menganggap bahwa definisi cantik itu berkulit putih. Namun, benarkah produk-produk tersebut bisa memutihkan?

 

Sebenarnya, kebanyakan produk pemutih yang beredar bebas di pasaran TIDAK menjamin dapat benar-benar memutihkan kulit, sekalipun dengan embel-embel nama “whitening”. Efek paling maksimal yang dapat diberikan produk tersebut adalah sebagai agen “brightening” (mencerahkan). Whitening dan brightening adalah dua hal yang berbeda meskipun keduanya merupakan bahasa pasar untuk depigmenting agents.

 

Whitening dapat mengubah warna kulit Anda yang semula gelap menjadi putih, tidak berhubungan dengan peningkatan stamina, dan hasilnya permanen untuk jangka waktu tertentu. Bahan whitening yang digunakan pada kulit wajah umumnya bersifat menghambat kerja enzim tirosinase yang berfungsi membentuk pigmen melanin (pigmen yang menyebabkan kulit berwarna gelap). Bahan-bahan whitening tersebut misalnya hidroquinone, arbutin, aloesin, kojic acid, dan licorice extract. Selain golongan penghambat tirosinase, bahan anti-hiperpigmentasi lainnya adalah niacinamide (vitamin B3 aktif), asam alfa hidroksi (AHA), asam beta hidroksi (BHA), resorsinol, retinoid, dll. Bahan-bahan tersebut dapat digunakan secara tunggal atau kombinasi dua macam atau lebih untuk meningkatkan efek terapinya.

 

Berbeda dengan whitening, brightening tidak mengubah warna kulit secara signifikan (hanya sedikit lebih cerah), dapat meningkatkan stamina tubuh (khususnya agen brightening yang diperoleh dari penggunaan antioksidan berupa vitamin C secara oral), hasilnya tidak permanen, dan baru akan terlihat beberapa lama setelah melakukan perawatan secara teratur.

 

Efek brightening pada umumnya memang ditemukan pada penggunaan vitamin C, meski ada juga yang menggunakan vitamin E dan teh hijau. Seperti yang kita ketahui saat ini, suntik vitamin C cukup populer sebagai aksi untuk mencerahkan kulit. Suntikan tersebut selain mencerahkan kulit juga dapat meningkatkan stamina tubuh. Sayangnya, efek sampingnya kurang baik untuk ginjal terutama jika suntik vitamin C ini dilakukan dalam jeda waktu yang terlalu pendek.

 

Efek whitening dan brightening dapat diperoleh melalui perawatan kulit dan terapi. Namun, hasil dari perawatan keduanya sangat bervariasi, tergantung dari berbagai faktor seperti kecocokan bahan dengan kulit (bahan yang sama diaplikasikan ke satu orang dengan orang lainnya akan memberikan hasil yang berbeda), pola hidup yang tidak sehat, faktor genetik, faktor usia, dan paparan sinar UV (perawatan ini harus diimbangi dengan treatment dari luar seperti penggunaan tabir surya). Oleh karena itu,penelitian secara klinis(research) terhadap kulit wajah dan tubuhsangat diperlukan untuk kepentingan proses whitening ataupun brightening. (*)

 

Tags: brightening, pemutih, pencerah, memutihkan, mencerahkan, whitening